Showing posts with label ARTIKEL filsafat. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL filsafat. Show all posts

Perumpamaan Mukmin Itu Bagaikan Lebah

|| || , || 1 comments

Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya) .” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peranan dan tugas apa pun yang dia pikul akan selalu membawa manfaat dan maslahat (kebaikan) bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Untuk menjadikan kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera sangat memerlukann manusia-manusia seperti itu. Dalam keadaan apa sekalipun, dia akan membuat yang terbaik; apa pun peranan dan tugas yang diberikannya, dia akan menjadi manusia dan keadaan di sekelilingnya menjadi bahagia dan sejahtera.

Maka, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadith di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah.

Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin, contohnya seperti ini:

1) Hinggap di tempat yang bersih dan memakan makanan yang bersih

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat terpilih sahaja. Lebah sangat jauh berbeza dengan lalat. Lalat sangat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih yang mengandungi bahan madu atau nektar.


Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

2) Mengeluarkan yang bersih

Siapa yang tidak tahu madu lebah. Semuanya tahu bahawa madu mempunyai khasiat yang banyak untuk kesihatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah sangat kaya dengan kebaikan,sedangkan dari organ tubuh pada binatang lain, mereka hanya mengeluarkan sesuatu yang menjijikan.


Begitu juga seorang mukmin, kita haruslah menjadi manusia yang produktif dengan kebaikan.

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan (khair), supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

3) Tidak merusakkan

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merosak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan kerosakan dalam apa-apa hal sekalipun: baik secara fizikal mahupun tidak.. Bahkan dia melakukan pembaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu.

4) Bekerja keras

Lebah adalah pekerja yang bekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)


Kerja keras dan semangat pantang berundur itu lebih-lebih lagi dituntut lagi dalam menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang ramai manusia yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya rugi dalam menegakkan keadilan.

5) Bekerja secara berjama’ah dan tunduk pada satu pimpinan


Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

6) Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulakan serangan. Ia akan menyerang hanya manakala apabila terasa diganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.




Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl.

Wallahu a’lam

Sumber  :  saserdendron.com

NOL (0) MENJADI SATU (1) ADALAH SEBUAH AWAL ........

|| || || Leave a comments

Membaca judul diatas mungkin kita akan sedikit bingung akan arti dan maksud judul tersebut, kenapa saya membuat judul tersebut ???.

Sejujurnya ini adalah postingan saya yang pertama,sehingga saya menganggap, saat saya menulis postingan ini, adalah awal atau permualaan saya untuk menjadi seorang bloger,walaupun dalam diri saya ada sedikit kekhawatiran dan ketakutan, Mampukah saya menjadi seorang bloger ???.
Dengan kemampuan dan latar belakang saya saat ini !!.  awalnya saya sedikitt pesimis,namun setelah saya banyak mempelajari dan juga belajar dari blog para bloger-bloger senior,saya mempunyai keyakinan,bahwa sayapun mampu untuk menjadi bloger.

Keyakinan saya didasari oleh pemahaman yang sederhana, karena menurut saya,jika orang lain mampu melakukannya kenapa kita tidak bisa ???, sehingga saya memotifasi diri saya,jika kawan - kawan bloger senior dapat dan bisa membuat blog yang baik dan berkualitas kenapa saya tidak (menurut orang betawi"orang sama-sama makan dasi koq" apa sih yang kagak bisa ),mengenai hasil tergantung dari "Ikhtiar " masing-masing individu atau personal,menurut pemahaman saya "hasil" itu berbanding lurus dengan "Ikhtiar" tentunya tidak lupa diiringi dengan doa.

Judul Nol (0) menjadi satu (1) adalah memulai sesuatu yang belum ada menjadi ada "0" menjadi " 1 " atau dari "kosong" menjadi "berisi",jika demikian ,hal itu akan menjadi awal untuk terus mengisi yang sudah dimulai, ibaratnya jika " 0 " sudah menjadi "1 " maka selanjutnya tinggal meningkatkan menjadi 2, 3, 4 ........ dst, sampai mencapai hasil yang maksimal dan juga hasil yang sesuai dengan keinginan kita.

Itulah arti dan makna judul postingan diatas menurut versi saya,semoga curahan hati saya ini dapat bermanfaat untuk bloger-bloger pemula seperti saya,dan juga dapat menjadi motifasi juga inspirasi sehingga kita semua dapat mengambil manfaat dari tulisan ini.

HIDUP INI ADALAH "PILIHAN"

|| || || Leave a comments

Pada postingan kali ini saya merasa bahwa apapun yang menjadi " pilihan " dalam hidup saya,pastilah akan mengandung "resiko", baik itu resiko positif atau resiko negatif,yang menjadi persoalan paling mendasar adalah bagaimana kita membuat pilihan-pilihan dalam hidup kita ????.
Sementara disetiap waktu kita senantiasa dihadapkan kepada suatu pilihan,apapun bentuk pilihan itu yang pada akhirnya kita harus memilih, terkadang kita bimbang, untuk mengambil suatu pilihan, karena pilihan-pilihan tersebut mempunyai resiko yang besar dalam hidup kita, sehingga jika mental / aqidah kita tidak kokoh, maka situasi tersebut dapat membuat kita bingung, cemas,khawatir juga takut dimana akhirnya membuat diri kita strees !!!
Belajar dari pengalaman yang ada, intinya pilihan dalam hidup itu adalah sesuatu yg mutlak yang akan senantiasa kita hadapi, selama diri kita masih bernafas,karena hidup itu adalah "pilihan"
lalu bagaimana kita mensikapi kondisi tersebut,akankah kita terkondisi dengan keadaan atau kita yang mengkondisikan keadaan.
Sebaiknya adalah kita mengkondisikan keadaan,dimana kita sebagai pengambil keputusan akan hidup kita sendiri,kita yang membuat pilihan yang terbaik untuk diri kita sendiri,maka jangan pernah takut mengambil keputusan untuk memilih,apapun pilihan tersebut yang terpenting adalah,kita persiapkan diri kita akan "resiko" terhadap pilhan yang akan kita ambil.
Bagaimana jika pilihan yang kita ambil salah ???, Jika kita sudah mempersiapkan diri terhadap resiko yang akan kita hadapi terhadap pilihan tersebut,maka kita akan mendapatkan "pelajaran berharga" atas pilihan tersebut, walaupun pilihan itu salah,
jadi jangan pernah takut,bimbang ataupun ragu dalam mengambil suatu pilihan dalam hidup,yang terpenting persiapkan diri kita akan resiko yang akan kita hadapi terhadap pilihan yang sudah kita ambil,baik itu resiko positif atau resiko negatif.karena " hidup itu adalah pilihan ".........

MATERI BUKANLAH TUJUAN TAPI SARANA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

|| || || Leave a comments

Dalam kondisi,era atau zaman pada saat ini,terkadang kita terjebak oleh keadaan dilingkungan kita,dimana saat ini “segala sesuatu” yang menjadi ukurannya adalah "materi".Bentuk materi yang di maksud adalah bukan hanya sekedar uang,tetapi segala sesuatu yang bersifaat kebendaan,banyak jenis dan ragam materi tersebut seperti : kekayaan,jabatan,titel,status sosial,anak,orangtua,istri dan masih banyak lagi jenisnya,intinya materi itu adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan aktifitas kehidupan kita.
Hari ini sebagian besar dari kita banyak yang kurang atau tidak sadar menjadikan materi sebagai tujuan, sehingga berusaha dengan segala daya dan upaya untuk mendapatkannya,bahkan dengan menggunakan segala cara !!!, dengan harapan jika semua bentuk materi itu bisa didapat, akan merubah dirinya dalam pandangan lingkungan masyarakat yang ada, sehingga yang terjadi pada saat ini adalah, setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan segala bentuk materi,dan tanpa disadarinya melupakan tujuan dari hidupnya.
Jika kita sadari bersama sesungguhnya tujuan daripada hidup kita adalah "kembali kepada NYA ",semua bentuk materi yang dimiliki tidak akan bisa kita bawa,jika pada saatnya tiba kita "kembali kepada NYA",
yang menjadi pertanyaan adalah "Untuk apa materi itu bagi kita " ????.
Materi bagi kita adalah sebagai sarana untuk mencapai tujuan dari hidup kita,sehingga kita tidak salah menggunakan dan memanfaatkannya, materi yang kita punya kita manfaatkan dan pergunakan untuk tujuan hidup kita.
Semakin besar materi yang kita punya, maka semakin besar pula sarana kita untuk mencapai tujuan hidup kita, untuk itu janganlah kita terjebak dengan kondisi yang ada pada lingkungan kita saat ini, yaitu segala sesuatu diukur oleh materi, jika demikian adanya, secara tidak sadar menjadikan materi sebagai tujuan dari hidup, dan lupa akan tujuan hidup yang sesungguhnya ..............
Semoga tulisan ini dapat bermanfat bagi semuanya.

TERSENYUMLAH KARENA SENYUM ITU MEMBUAT HIDUP LEBIH INDAH

|| || || Leave a comments
Sepasang pengantin baru merasa senang bercampur aneh ketika menerima kado yang berisikan dua lembar karcis bioskop yang bertuliskan :

"Coba tebak siapa saya?"

Mereka mengira sedang dikerjai oleh teman-temannya yang memang suka usil, akhirnya mereka memutuskan untuk nonton dengan menggunakan karcis tersebut.

Sepulang nonton, betapa terkejutnya mereka mendapati rumah barunya kosong melompong,yang tertinggal hanya sebuah kado yang belum dibuka.

Kado tersebut mereka buka,didalamnya  mereka hanya mendapati secarik kertas bertuliskan:

"Sekarang kalian tahu siapa saya."

Tersenyumlah! Kisah diatas adalah pengantar  hari ini agar teman-teman bisa tersenyum. Kita bisa menjadi lebih bahagia di tempat bekerja bila kita lebih banyak tersenyum. Dalam sebuah penelitian Harvard University, menampilkan wajah ceria akan memberikan dampak positif, baik bagi dirinya maupun orang-orang disekitarnya. Tersenyum sangat bermanfaat baik dalam hubungan pribadi maupun hubungan kerja. Tersenyum membuat setiap orang merasa nyaman.

- Tersenyumlah pada pasangan hidup anda, anak, orang tua, kerabat, sahabat, atasan atau teman kantor.

- Tersenyumlah di saat anda melintasi pintu dan memberi salam kepada orang yang anda jumpai.

- Tersenyumlah ketika anda berbicara melalui telepon dengan siapapun yang anda hubungi.

- Cobalah sekarang juga! Tersenyumlah dan perhatikan bagaimana tersenyum menjadikan anda lebih santai dan gembira.

Senyuman bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sosial dan jiwa. Secara kejiwaan senyuman mengubah perasaan memberi anda semangat positif dan menghilangkan tekanan psikologis. Secara sosial, senyuman membuat anda lebih menarik dimata orang lain, senyuman juga menular sehingga menebarkan semangat positif kepada lingkungan disekitar kita. . Secara tubuh, senyuman menurunkan tekanan darah. Dan satu lagi yang paling penting senyuman bisa meningkatkan produktifitas kerja kita sehingga bisa menyelesaikan banyak pekerjaan kita dengan baik.
Jadi, sudah tersenyumkah anda di hari yang indah ini?

BEKERJA UNTUK HIDUP ATAU HIDUP UNTUK BEKERJA ???

|| || || Leave a comments
 Pada jaman dahulu, ada seorang kaisar yang mengatakan kepada penunggang kudanya, apabila ia pergi mengendarai kudanya dan menjangkau wilayah sebanyak yang ia mampu, maka sang kaisar akan memberikan wilayah sebanyak yang ia jangkau. Tentu saja, sang penunggang kuda dengan cepat melompat naik ke atas kudanya dan secepat mungkin pergi untuk menjangkau wilayah sebanyak mungkin. Dia terus memacu dan memacu, mencambuk kudanya untuk pergi secepat mungkin. Ketika ia merasa lapar atau lelah, dia tidak berhenti karena dia ingin memperoleh wilayah sebanyak mungkin.

Pada akhirnya, ketika ia telah menjangkau wilayah yang cukup besar, ia kelelahan dan sekarat. Sang penunggang kuda lalu bertanya kepada dirinya sendiri, "Mengapa aku memaksa diriku begitu keras untuk menjangkau begitu banyak wilayah? Sekarang saya sekarat dan aku hanya memerlukan sebidang tanah yang sangat kecil untuk menguburkan diriku sendiri."

Kisah di atas sama dengan perjalanan hidup kita. Setiap hari kita memaksa diri kita dengan keras untuk menghasilkan lebih banyak uang, kekuasaan atau ketenaran. Kita mengabaikan kesehatan kita, waktu bersama keluarga, sahabat, lingkungan sekitar dan hobi yang kita sukai. Suatu hari, ketika kita melihat ke belakang, kita akan menyadari bahwa kita sebenarnya tidak membutuhkan uang, kekuasaan atau ketenaran sebanyak itu, namun kita tidak bisa mengembalikan waktu-waktu yang telah kita lewatkan.

Hidup ini bukan tentang menghasilkan uang, mendapatkan kekuasaan atau ketenaran.

Hidup ini jelas bukan tentang pekerjaan! Bekerja hanya diperlukan untuk membuat kita tetap bisa bertahan hidup sehingga kita bisa menikmati keindahan dan kebahagian dari kehidupan.

Hidup adalah keseimbangan antara bekerja dan bermain, Keluarga, sahabat dan waktu pribadi.

Anda harus memutuskan bagaimana anda ingin menyeimbangkan hidup anda.

Tentukan dan atur prioritas hidup anda. Hidup ini rapuh, Hidup ini singkat. Jangan sia-siakan hidup anda, seimbangkan gaya hidup dan nikmatilah KEHIDUPAN.