4 ORANG PUTRA TERBAIK INDONESIA YANG BEKERJA DI MANCA NEGARA

|| || || Leave a comments

Negara Indonesia dengan jumlah penduduk hampir 180 juta,termasuk terbesar ke 5 di dunia,mempunyai potensi akan sumber daya manusia yang besar ,hanya saja hari ini Indonesia tidak atau kurang memperhatikan potensi yang ada pada Negaranya, hal ini disebabkan oleh banyak faktor,tetapi pada intinya semua kembali kepada kebijakan pimpinan Negara ini untuk memanfaatkan, dan memfasilitasi  juga mensuport sumber daya manusia yang berlimpah ini agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa dan Negara.
Berbicara sumber daya manusia, Indonesia mempunayi putra-putra terbaik di bidangnya yang hari ini banyak bekerja di manca Negara.mereka diakui oleh Negara dimana mereka bekerja akan kemampuan yang ada pada diri mereka,sehingga mereka-mereka ini diberikan  penghargaan yang tinggi,dengan memberikan mereka fasilitas dan kedudukan untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka.

Putra-putri terbaik bangsa itu harus puas mengabdikan diri mereka di negara orang. Padahal jika mereka ditanyai  apakah mereka tidak ingin megabdikan diri mereka kepada negara Indonesia.mereka akan sepakat menjawab bahwa mereka sangat ingin kembali ke tanah air. Mereka sangat berharap bahwa mereka bisa memberikan konstribusi bagi bangsa Indonesia. Memberikan prestasi terbaik di dalam negeri sendiri sebagai upaya meningkatkan nama baik Indonesia di kancah dunia internasional.

Tetapi  Cita-cita dan keinginan mereka itu harus pupus di tengah jalan, disebabkan mereka sendiri telah seringkali  dikecewakan oleh bangsanya sendiri. Bila di Mancanegara  (Amerika, Jerman, Swedia, Jepang, Singapura, dll) mereka mendapatkan perhatian,fasilitas dan juga pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, maka di tanah air mereka harus menelan pil kekecewaan karena “tidak terpakai” alias apa yang telah menjadi prestasi mereka sebelumnya (berkelas dunia) tidak mendapatkan perhatian dan dukungan yang semestinya. Meskipun mereka rela melamar bahkan hingga ada yang pernah melamar di 50 perusahaan beragam. Atau meski harus merelakan bahwa jika di negeri orang mereka mendapatkan fasilitas dan penghasilan yang layak namun memilih untuk kembali ke tanah air walau dengan banyaknya kekurangan. Tetapi itu tidak membuat para penguasa, elit politik dan pemilik modal menjadi perhatian dan mendukung mereka sepenuhnya. Bahkan berdasarkan pengalaman yang ada maka orang-orang pintar itu harus terpaksa meninggalkan tanah pertiwi karena senantiasa dicurigai, dianggap tidak penting dan memang mereka tidak diberikan atau memiliki pekerjaan yang sesuai dengan bidang mereka.

Hal tersebut diatas pada akhirnya membuat mereka mengambil keputusan untuk  mengabdi di mancanegara. Saai ini mereka belum berniat untuk berkiprah di tanah air, karena mereka trauma ilmu yang mereka raih dengan susah payah itu tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya. Selain itu, belum lagi masalah pendidikan di Indonesia dimana  mutu pendidikannya yang rendah sehingga  banyak dikeluhkan berbagai kalangan. Permasalahan yang terjadi didunia pendidikan Indoinesia adalah hal klasik yaitu tentang fasilitas sarana dan prasarana juga pembiayaan yang kurang memadai  sehingga berakibat buruk bagi kualitas hasil pendidikannya. Dan ini tentu saja berakibat terhadap mutu lulusan.Fakata membuktikan kita sudah tertinggal jauh di tingkat regional Asia Tenggara, terutama dari negara Singapura atau Malaysia.

Di tengah keterpurukan soal mutu dunia pendidikan kita, ternyata tingkat intelegensi manusia Indonesianya tidak berpengaruh terhadap kondisi system pendidikan yang ada,Sejumlah orang Indonesia ternyata banyak yang cerdas dan berotak encer. Mereka bekerja di luar negeri seperti di Eropa, Amerika dan Jepang. Bahkan berhasil menduduki posisi penting.

Sebagai bahan motivasi, inilah frofil putra-putri terbaik Indonesia yang hari ini berkiprah di kancah dunia Internasional :

1. Prof. DR. Kent Sutanto
Barangkali gelar akademis yang diraih Kent Sutanto ini tentulah langka. Pria kelahiran Surabaya 1951 silam itu meraih gelar doktor di Jepang. Tidak tanggung-tanggung gelar doktor yang diraih Kent di negeri sakura itu sebanyak empat gelar dari universitas yang bebeda. Saat ini Kent Sutanto mengajar di Universitas Waseda, kampus almamaternya. Selain itu Kent Sutanto juga sebagai dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena otaknya yang cemerlang, pria asal Surabaya yang sudah 35 tahun tinggal di Jepang itu mendapat kepercayaan pemerintah setempat duduk di MITI, semacam Departemen dan Perindustrian Jepang.



                                      2. DR. Andreas Raharso
Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti Amerika serikat, Perancis dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa.



                                     3. Suhendra
Pria kelahiran Jakarta, 17 November 1975 itu, saat ini bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM di Berlin. Alumnus Universitas Diponegoro Semarang itu berhasil bekerja sebagai peneliti di Jerman setelah meraih gelar doktor di sebuah univeritas teknik di Jerman. Uniknya, Suhendra yang ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.






                                     4. Prof. Yow Pin Liem
Satu lagi orang Indonesia yang berhasil menduduki posisi penting adalah Profesor Yow Pin Liem. Pria 49 tahun asal Cirebon, Jawa Barat itu adalah pimpinan dan pendiri sebuah perusahaan riset Pro Thera Biologisc di Rhode Island, Amerika Serikat. Di tempat riset Prof Yow ini sudah banyak berkontribusi melakukan penelitian terutama masalah pemahaman seputar molekul kanker dan anthrax.





Semoga tulisan ini dapat menjadi insfirasi juga motivasi bagi kita semua.
sumber : kapanlagi.com